Hidup sewajarnya tapi tetap berjuang

Hidup wajar dan apa adanya adalah kalimat "hidup ikhlas" yang paling sering kita dengar. Namun jangan pernah menyalahartikan keikhlasan, karena bisa jadi bumerang bagi kita. Apa sebabnya?

Artikel ini terinspirasi dari: habis baca artikel dan cerita teman tadi pagi, lalu untuk sementara saya tuangkan melalui facebook notes karena belum mau install blogger for android. Dan akhirnya hari ini berhasil juga di posting ke blog jelek ini.

Hidup wajar apa adanya berjuang

Kisahnya yaitu seorang istri yang gak mau peduli dengan sikon suaminya dan keluarga nya, yang penting segala kebutuhan nya tercukupi, padahal si suami sudah punya hutang dimana-mana.

Saya kurang tau stigma ini di dapat darimana, apa mungkin karena ada ajaran agama yang mengajarkan bahwa "suami wajib menafkahi istri":
..jadi si istri bisa semaunya request materi yang dia inginkan. atau ada budaya yang bilang bahwa si anak harus berbakti kepada orang tua nya hingga ke masalah materi. Jadi si orang tua bebas meminta uang kepada anaknya yang walaupun sudah membangun rumah tangga.
Kesimpulan cerita nya cuma simpel, yaitu masalah: Cewe Matre, atau definisi nya yaitu: Wanita yg orientasi hidupnya harus punya uang banyak.

Lalu saya pun mulai melakukan survey terhadap beberapa pendapat dari artikel dan forum, ternyata saya tidak menemukan jawaban yang beda dari pemikiran yang simpulkan sejak tadi pagi, yaitu:
"Hiduplah sesuai kemampuan, kalau belum mampu sebaiknya jangan maksain, tapi bukan berarti juga kita pasrah sama keadaan, namun kita di wajibkan untuk berjuang memenuhi keinginan kita"

0 comments:

Post a Comment